RSS

Puisi : Hujan Bulan Juni [Sapardi Djoko Damono],

25 Aug
 “tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

note :

entah apa yang dipikiran beliau saat menarik kata-kata dari intuisinya. yang jelas, puisi ini sangat lembut, teduh, dan menyentuh.

hujan di bulan juni, saat itu adalah hujan penghujung, hujan pancaroba, sehingga terkesan ragu-ragu.

probably, mungkin saja.

 
Leave a comment

Posted by on August 25, 2013 in Dokumentasi Perjalanan

 

Tags: , ,

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: