RSS

PUISI : Malam Adha

26 Oct

Malam tak lagi sunyi/
Senyap tertekuk kata-kata takbir –
Tahmid, dan segala pepujaan.

Beninglah hati/
Rela melepas harta yang dicinta/
Dengan ikhlas, tabah, mengharap keridhaan.

Seperti kembung melepas kentut/
Serupa kenyang melepas dahak/
Bertindak dalam syukur/
Berbuat dalam senang.

Duhai kiranya nanti :
Dipimpin Ibrahim di padang luas.

Ketika tanah setandus tembaga/
Tatkala matahari dipajar sejengkal dari kepala.

Konon ketika itu :
Semua manusia pasti meniti jalur serambut dibelah tujuh/
Yang maha susah/ yang maha tajam.

Hingga semua yang rela berkorban :
Akan melintas titian bertunggang-tunggang.

(Malam I’d Adha 2012)
*bukan darah yang mengucur, bukan pula daging yang sampai kepadaKu. Tetapi ketakwaanmu. Hanya ketakwaanmu. Cuma itu.

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
1 Comment

Posted by on October 26, 2012 in pepatah hancur

 

One response to “PUISI : Malam Adha

  1. emilwe

    October 19, 2013 at 2:51 am

    Reblogged this on CATATAN : JEDA.

     

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: