RSS

Puisi : Suatu Ketika di Bumi,

14 Aug

dan ia Manusia terpilih :

mungkin mondar mandir waktu itu

ia melihat segala arah

atas -bawah -kiri- kanan

tapi-

pertanyaan masih saja mengekangi jawab pastinya

ia mencari

meraba

mengenali

dan bertanya:

konfrontasi

dengan hatinya

fitrahnya

fikir nya

dan :

‘kau –

ya -kaulah tuhan

kau benderang diantara kegelapan

paras cahyamu hadir –

menggelitiki malam yang memejam

ah -‘

hatinya mempertanya

fitrahnya berdaya

dan fikirnya mengeluarkan himmah dari yakinnya

‘ah tidak mungkin –

walau bercahaya kaupun terpejam

kaupun ketinggalan dari matahari

ah –

mungkinkah ia tuhan ?

ia lebih benderang

ia lebih panas

ia lebih menawan ku’

kemudian :

hatinya mempertanya

fitrahnya berdaya

dan fikirnya mengeluarkan himmah dari yakinnya

‘ah tidak –

‘ah tidak mungkin –

walau bersinar kaupun terpejam

kaupun ketinggalan dari malam

kaupun berangkat untuk tidur ‘

ah Tuhan –

Kau lebih dari yang kubayang

Kau lebih dari yang kupandang

bilik bibir ini hanya bisa menyebut Asma SIfatMu

Kau lah –

kuasa atas langit bumi dan segala yang kutahu dan tak kutahu

hingga :

spasi di dunia ini tak ada lagi

terisi oleh kata

yang tak mungkin mengucap apapun :

selain cintaMu –

dan lautan pepujian yang memuarakan makna hadirnya.

kepadaMu

Apr 14, 2005  4:38 pm

 
Leave a comment

Posted by on August 14, 2012 in Puisi

 

Tags: ,

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: