RSS

Puisi : Arcopodo

13 Jun

Mungkin inilah yang dicari dari jiwa –

dengan semangat yang berkibar

berjalan dan menyapakan:

cemara dan sinar matahari

yang menyentuhi atau tak menyentuhi

dasar-dasar jurangmu, Arcopodo.

Gigir-gigir pasir dan bukit yang menggetar

Nyali manusia mengenali diri dan Tuhannya.

Jejak-jejak tapak –

Yang terukir dari padang Kalimati hingga Atap Tanahjawa.

Dan menyesakkan cinta,

Seperti tempat bersemayamnya sukma-sukma pendaki –

Yang tak letih menyapamu, Arcopodo.

Seperti ukiran nama-nama yang terpaku, dingin, dan beku –

Yang tak lelah menemanimu, Arcopodo.

Dan tebing-tebing yang menyerpih di sela –

Sinar matahari yang tenggelam itu,

Aku rindu, Arcopodo.

Seperti rindunya menyaksi awan-awan –

Berurai-urai menutup wajah bumimu, Arcopodo.

Debu-debu beserta puncak Mahameru –

Menyapamu, selalu.

Bersama nama para pendaki yang terpaku menemanimu selalu, Arcopodo.

Bersama semangat yang masih tertinggal dan takkan hilang –

Ketika :

Jalan menuju surga tak pernah menemukan pintu keluarmu, Arcopodo.

Semoga –

Jiwa dan nama mereka teduh dan damai di punggungmu, Arcopodo.

Dan lepaslah mereka,

Untuk bertahta di genggam sinar matahari kala tenggelam –

Di matamu, Arcopodo.

 

Pintu Puncak Mahameru 

Areal camp Arcopodo,

Kalasenja, 16 Agustus

3000 M Dpl

 
Leave a comment

Posted by on June 13, 2012 in PUISI PERJALANAN

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: