RSS

Puisi : Pencarian Ramadhan

07 May

I

{: menelusuri siapa diri}

Bersamalah cinta untuk hidup

Kun : {jadilah cinta}

Maka terjadilah yang ingin kau jadikan {Fayakun}

II

{: mencari jati diri}

berkatalah hidupku

menyatalah tujuku

sang jati diri

mengenali siapa-ku, Tuhanku, tujuku, apaku

menyalati diri sendiri

membismillahkan hati sendiri

semua demi diri sendiri . . . .

ideologiku adalah Tuhan

nafasku adalah Tuhan

hidupku adalah Tuhan

matiku adalah Tuhan

semua demi Tuhan . . .

 

III

{: kembali bertanya kepada diri untuk memilih}

Kun : {jadilah jalan}

Fayakun : {maka terjadilah ratan}

Ratan apa ?

ideologi iblis ?

nafas iblis ?

hidup iblis ?

mati iblis ?

semua demi iblis ? {baca : materialistis}

IV

{: pilihan terletak kepada kita sebagai sang kata}

Kun : {jadilah dua arah}

Fayakun : {jadilah dua warna tujuan}

Tuhan dan . . . . {baca : ‘ kekosongan nurani’ }

KESEJUKAN RAMADHAN

Menjelang Berbuka,

Biarkan angin senja terus bertiup

Menghembusi kedamaian –kekhusyukan –kesyahduan  . .

Yang kukatakan kepadamu –

Wahai segenap keasyikan . . .

Tibalah cinta di limpahmu

Rahmat,

Maghfirah [1],

Itqu [2],

Bisakah kesah nafas mengucap dzikir

Telahkah sukma ini memuas takbir

Mampukah tiba . . .

Akankah bila . . .

Rayyan [3] terbit membuka diri

Menelegak Al-Kautsar [4]-Mu

Telaga cinta

Telaga seja

 

Yang disana terbunuhlah kehausan

Meningkapi terakhir jalan

Ratan-ratan Tuhan . . .

Titian-titian kemenangan . . .

[baca : ‘Inna A’Thaynaakal Kautsar –fashalli lirabbika wankhar –inna Syaa niaka huwal Abtar’]

 

ANUGRAH

 

Nuzulul Qur’an [ baca  : turunnya sistim hidup ]

‘Wahai Manusia,

di tanganmu   Ku–selipkan tongkat –

di tapakmu   Ku–jadikan jalan –

di akalmu  Ku–jadikan tujuan

Iqra’ [artikan : renungkan ]

renungkan masamu ! ‘

 

[ terdiamlah manusia-manusia perenung hidup. lalu mereka bersaksi atas nama Tuhannya yang menjadikan dan bergegas mengangkat tundukan kepalanya . . . .  sejenak kemudian, mereka berjalan menyusuri lembar kehidupan yang didalam sesak sesak nafas berat terdengarlah janji-janji kukuhnya :

‘Innas Shalaati Wanusuki wamakh yaa yaa wamamaati lillaahi rabbil ‘alamiin’ [5] ]


[1] Ampunan

[2] Pembebasan

[3] Surga untuk orang-orang ahli berpuasa

[4] Telaga Muhammad (Telaga Surga) yang ketika seseorang meminum airnya, maka selama-lamanya kehausan tak akan pernah lagi mengusiknya . . .

[5] sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah Tuhan seru sekalian alam.

 
Leave a comment

Posted by on May 7, 2012 in SAJAK RAMADHAN

 

Tags:

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: