RSS

Puisi : Ceceran,

13 May

Tuhan, apakah benar yang aku pahami bahwa :
Kau memberikan aku hidup
seperti memberi aku secarik kertas putih dan sebuah pena tinta
untuk menulis- dan menggambar kata-kata terima kasihku padaMu

bukan untuk tidak berbuat apa-apa
apalagi berenti menulis buatMu

maafkan aku yang sedemikian salah menafsirkan waktuMu
yang agung dan mulia
untuk membuatnya sia-sia

hingga aku berjanji untuk tegap mengucap kata
teguh mencari arti
dan tak akan menoleh ke belakang-kecuali untuk sesekali

beri aku sayap Tuhan- dan pasangkan di titiklemahku
topang asaku yang putus dan lelah
dan ijinkan aku melayang di angkasa dan mewarisi kebebasannya

ajari aku berteriak Tuhan- dan tancapkan kukuhku di titikgoyahku
lekatkan citaku yang retas dan rapuh
dan ijinkan aku mendebur bersama samudera dan mewarisi geloranya

untuk sekedar mencari makna NamaMu dan kemudian
menulisnya dengan jelas di lembar putih yang Kau ingatkan agar jangan lusuh dan berdebu

untuk sekedar menulis makna sentuhMu di hatiku dan kemudian
meresapnya dengan penuh di desir kalbu yang Kau ingatkan agar jangan berpaling dan menyekutu.

Amin.

 
Leave a comment

Posted by on May 13, 2011 in Puisi

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: