RSS

Puisi : 1

13 May

Tuhan –Tuhan –Tuhan

Nama sedemikian

Tersebut dalam

Terucap karam

Bila Ia di kata sekali saja :

Maka –

Semua akan segera lenyap begitu saja

Tenggelam rindu dalam

Kegelisahan yang tak muram

Makna manusia dan Pencipta

Memohon –

Merintih –

Mengadu –

Berkata –kata

Atas hitam –atas putih –dan atas yang tidak hitam tidak putih

Atas luka –atas bahagia –dan atas yang tidak luka tidak bahagia

Bagaimana Tuhan –dikenali

Dikenali –

Tak akan lari –tak akan diam

Dia –Dia –Dia

Satu muara –satu keakhiran

Para denyut –para putaran –para impuls –para gelombang

Diam.

Akhirnya diam

Dan tinggal satu kata

Jangan bertanya kenapa cuma Dia yang berkata.

Maaf Tuhan.

Kutafsirkan Kau dengan caraku :

memandangMu – menciumMu –menyentuhMu –MerasakanMu.

Itu saja.

 
Leave a comment

Posted by on May 13, 2011 in Puisi

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: