RSS

Puisi : Januari. Di Jakarta

08 Feb

Ada ribuan –
Ekspresi manusia yang keluar –
Dan terkubur –dan terkapar

Demikian halnya :
Sepasang kekasih di sampingku
Yang saling menatapkan cinta –mungkin juga nafsu.
Menautkan rindu –memagutkan ragu.

Jangan harapkan dari sini –
Ketawa –ketiwi yang menyembul
Yang terkover suara dan kepulan kelabu banyak asap
Tentang ribuan keresahan
Juga senyum yang dilingkari sebuah tanda Tanya. Mungkin karena –
Patut dipertanyakan

Di sudut sana sini suara metromini-bajaj-mayasari bhakti
Menderu-deru.
Disudut sana sini depak pejalan kaki
Menetap netap.
depan –belakang –Kanan –kiri –
Teori fuzzy yang tak seteratur pijakan merpati.

Diatas kepala manusia :
Meringis para pucuk gedung –menebarkan plakat-plakat
Propaganda –pamflet tak karuan
Kitab suci konsumerisme

Belum lagi :
Gedung plaza yang mati itu
Saksi bisu keratan jaman
Gambaran gambar usang
Mengisahkan daki dari lebam hitam gedung terbakar

Blok M –awal tahun ini –awal bulan ini

Dari mana aku tahu –
Aku tahu dari mana

Dari mataku
Yang menyesatkan pijak kakiku

Yang ketika duduk.
Aku coba memberikan sapaan kata pada kalut –
yang memanjang.

Di jaman kesusahan
Jaman lelah tak lagi pergi dan datang. Kenapa :
Karena ia kini sudah menetap dimana mana.

Jakarta.

Blok M –Pasar Senen
Di jaman penat yang meranggas

Jakarta, 04/01/06

 
Leave a comment

Posted by on February 8, 2011 in PUISI PERJALANAN

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: