RSS

Puisi : Doa di tengan kekacauan

08 Feb

Saat semua hati tertidur, sebisamu berjagalah.
Tegakkan kakimu. Genggam yakinmu dengan kepalan yang paling kuat.
Bertahanlah setegak kakimu berdiri.
Hibur hatimu bahwa ada cahaya terang di depanmu.

Meski terik membakar dadamu,
Meski panas menghanguskan kulitmu,
Tampar saja jika ragumu mulai berani menoleh kanan-kiri.

Berdirilah tegak sikap sempurna.
Tataplah jauh-jauh-jauh-kian jauh,
Redamlah dadamu yang bergetar karena gentar.

Dan –
Ketika tak ada siapa pun di sekelilingmu,
Berharaplah :
Mungkin dengan itu semua –
Tuhan tengah tersenyum kepadamu.

 

Malang, 11 Nopember 2010

 
Leave a comment

Posted by on February 8, 2011 in Puisi

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: