RSS

Puisi : Apologi

08 Feb

Nyaris tiga dasa warsa aku hidup,
Tak kutemukan jua simpul akhir pemahamanku tentang kehidupan manusia,
Juga tentang mengapa Tuhan memilih tak campur tangan dalam urusan friksi manusia,

Bukankah ?
Malaikat pernah mempertanya tujuan penciptaan manusia sejenis aku,
berbunuh-bunuhanlah sangkanya, -saling menumpahkan darah satu sama lain.

tetapi –
Tuhan kala itu membantahnya,
Dia lebih memilih diam daripada ambil tindakan.

Ya. Sebagaimana Tuhan yang kupahami saat ini,
Dia lebih memilih diam daripada banyak tindakan.

Tak memunculkan lagi hujan meteor ketika suatu bangsa kebablasan,
Tak ada lagi hukuman gempa bumi –hentakan halilintar –air bah menelusup,
Bondongan burung-burung ababil,
Tak ada lagi wahyu Tuhan dalam bentuk kata-kata.

Dan -Tuhan saat ini kurasa lebih memilih menunggu sembari menjalankan rencana semulaNya yang sudah barang tentu adil,
Tak ambil pusing dengan plakat-plakat dan label-label.
Apakah itu sebuah negeri mengaku bertuhan –mengaku atheis –polytheis –sinkritis,
Apakah itu sebuah negeri menyembah batu, menyembah matahari,

Yang jelas :
Mereka yang berotak kacau negaranya juga kacau,
Tak peduli mengaku berfalsafah ketuhanan, atheis, polytheis, sinkritis,

Ya. Kurasa label dan plakat-plakat sudah terlalu out of date.
Slogan-slogan mubazir sepatutnya dibuang saja ke palung laut.
Apa guna mulut berbusa-busa jika bukti tak ada.
Tuhan memilih tak berbuat curang dengan menyejahterakan negeri orang yang bersembahyang saja. Tidak.
Tuhan tak memilih berbuat curang dengan menghukum negeri pengingkar Tuhan. Tidak.Tidak.

Si pintar yang pura-pura goblok mengatur Negara menghasilkan ulah goblok juga,
Negerinya ambruk. Porak poranda. Kalang kabut melawan jaman.
Jancuk ! apalagi kalau bukan jancuk namanya.

Kurasa mungkin bukan jenis falsafah tertentu yang membuat bangsa sejahtera.
Entahkah itu kapitalis, komunis, agamis, sosialis, sinkritis, silitis,
Kalau dasar manusianya sudah jancuk  -semua  disekitarnya menjelma jancuk juga.

Malang, 11 Nopember 2010

 
Leave a comment

Posted by on February 8, 2011 in Puisi

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: