RSS

Puisi : Muqaddimah Perjalanan Langit,

04 Feb

Sekuntum jiwa –
menepis hadir di biru langit.
menderai wangi cinta,
mengujung nikmatMu, Tuhan.

siapa diriku takkan lagi-
mengingin arti.
akupun telah tahu bahwa:
aku adalah busur panah yang terbentangkan,
melesat lari menancap gugah,
merasa lagi,
merasa lari.

duhai sekuntum cinta,
menelusup asmara,
mencumbu sukma,
mengulas teduh,
diantara syahduMu –
yang menetes netes.

aku yang kini terbaring –
adalah malaikat kecil hatiku.
diantara beribu ucapan kata –
yang menikam makna waktuku,

aku mengingin terbang,
kepakkan sayap,
mengembara ke langit biru,
menjemput cintaMu,
dalam wangi asmaraMu.

Tuhan Pemilik doa :
antara tengadah tanganku,
menyapa kekaraman ingin,
dari kata pengantar pecintaku,
berbisik lirih menuai ringkih.

Cantikku,
aku yang terhuyung mabuk –
tertikam cintaMu,
terlingkup asmaraMu,
adalah rasa tanpa kata.

mengucap bisu,
melabuh kediaman-kebisuan.

Tuhan, pikat simpuhku kepadaMu
bersama kesegalaan yang pernah ada :
bersujud takluk menyerah kalah.

karena aku adalah :
ketiadaan,
kefanaan,
kekalahan,
kekerdilan,
dan keterasingan makna.

Malang, 15/07/01 15.20

 
Leave a comment

Posted by on February 4, 2011 in Puisi

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: