RSS

Puisi : AFTERGLOW

02 Feb

Jangan tandakan sedikit saja,
Walau kau lelah,
Lepaskan saja,
Dengan diam.

Jangan mengeluh,
Jangan mengaduh,

Bacalah jiwamu,
Teduhkan lagi,

Basuhlah ia dengan kebijakan angin –
Yang terus meniupi debu untuk belajar terbang.

Artikan ia dengan hangatnya matahari –
Yang terus melesakkan panasnya untuk menyapakan tetumbuhan.

Jangan kau lelah,
Jangan kau resah,

Pertanyaan dalam hati,
Simpan saja.

Pertengkaran dalam hati,
Diamkan saja.

Ajak saja langkah menjadi teman dalam duka,
Bercengkrama :
Menafsir kata-kata yang disebarkan waktu sekenanya.

Ajak saja keteguhan menjadi kawan mencari jawaban,
Beradu ragu : ]
Menimbang semua yang ditangkap oleh mata sekenanya.

Biarkan saja Sayapmu mengepak dengan bebasnya,
Memerdekakan langit yang kita anggap asing selama ini,
melayang bersama awan-awan,

Dan rasakan saja tiap getarnya,
Bahwa :
Betapa Tuhan menjadikan kita sayap untuk terbang –
Dan bukan untuk kita kuncupkan.

Malang, 2005
[puisi ini kubuat untuk sahabatku Aris Surya Laksana yang saat itu tengah gundah]

 
Leave a comment

Posted by on February 2, 2011 in Puisi

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: