RSS

Puisi : Untuk Anakku,

31 Jan

Anakku,
Hari ini Ayahanda mendengar suaramu.
Suara yang bagiku seperti bisik Tuhan,
Penuh keharuan,
Seketika menggetarkan.

Anakku,
Aku tak bisa melihatmu,
Tak bisa memegangmu –tak bisa mengajarimu.
Tapi itu nanti, sebentar lagi, dan aku berjanji.

Berjanji untuk membacakan cerita-cerita yang kamu suka.
Berjanji mengajarimu melihat sesuatu.
Berjanji untuk mengajakmu menjelajah kemana yang kau mau.
Ya. Aku tahu kamu akan tumbuh menjadi manusia yang menyejukkan banyak mata,
Dan Ayahanda berdoa untuk itu.

Anakku,
Denyut jiwaku yang kubanggakan.
Aku tak paham sedang bersama siapa kau saat ini,
Namun, aku berdoa semoga kamu banyak belajar.
Mendengar titah Tuhan bersama malaikat yang kini menjagamu disana.

Anakku,
Denyut nadiku yang kucintai,
Cepatlah besar, cepatlah belajar.
Aku ingin segera mendengar suaramu.

Singosari- Malang, 19 September 2008,  ketika pertama kali kudengar detak jantung puteraku di kandungan ibunya,

“]

 
Leave a comment

Posted by on January 31, 2011 in Puisi

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: