RSS

PUISI : SENJA DI ARCAPADA

19 Jan

Mungkin inilah,
Yang dicari dari jiwa dengan semangat berkibar

menjalankan –menyapakan,

cemara dan sinar matahari
yang menyentuhi atau tak menyentuhi
dasar-dasar jurangmu, Arcopodo.

Gigir-gigir pasir dan bukit yang menggetar,
Nyali manusia mengenali diri dan Tuhannya.

Jejak-jejak seperti tapak,
Yang terukir dari padang Kalimati hingga Atap Tanah Jawa.

Dan menyesakkan cinta,
Seperti tempat bersemayamnya sukma-sukma pendaki yang tak letih –
menyapamu, Arcopodo.

Seperti ukiran nama-nama yang terpaku –dingin –dan beku,
yang tak lelah menemanimu, Arcopodo.

Dan tebing-tebing yang menyerpih di sela sinar matahari yang tenggelam itu,
Aku rindu, Arcopodo.

Seperti rindunya menyaksi awan berurai-urai
menutupi wajah bumimu, Arcopodo.

Debu-debu beserta puncak Mahameru
Menyapamu –selalu.

Bersama nama para pendaki yang terpaku –dingin –dan beku,
Setia menemanimu, Arcopodo.

Bersama semangat yang masih tertinggal dan takkan hilang ketika :
Jalan menuju surga tak pernah menemukan jalan keluarmu, Arcopodo.

Semoga,
Jiwa dan nama mereka teduh dan damai di punggungmu, Arcopodo.

Dan lepaslah mereka,
Untuk bertahta di genggam sinar matahari kala tenggelam –
di pelukmu, Arcopodo.

“Mengenang pendaki Mahameru yang tak pernah kembali pulang,
Pintu Puncak Mahameru “
Areal camp Arcopodo, 3100 m DPL
17/08/2006 08.00

 
Leave a comment

Posted by on January 19, 2011 in PUISI PERJALANAN

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: