RSS

PUISI : RANUKUMBOLO -PAGI INI

19 Jan

Di tepian melingkar
Takjub alam deras terpancar

Tibalah –
Daun cemara rebah
Pepohon tua tumbang berpasrah

Lihat saja.
linangan hampar danau yang mengiring pancaran matahari –
menyentuhi kepala lembah.

Sementara itu –
Di antara waktu.

Langit menggelar kabut-kabut
Pucuk cemara berisik
Dingin pun kalut berselimut.

Kukata :
Inilah serpih surga yang tak terkata.

Hingga hinggaplah di tarian ilalang –
Pada tanah yang bermahkotakan kembang edelweiss.

Sesekali burung dan elang jawa terbang mengicau cerita
tentang sejarah betapa indah telah menjadi katabenda.

Aku mencintai ini semua,

Rerumputan liar di padang Pangonan Alit dan Padang Ombo.
Keterjalan Tanjakan Cinta –Waturejeng – dan bukit Kumbolo.

Ah,
Aku berdoa atas ini semua.
Ketakjuban akan jiwa-jiwa yang lepas
Terbang bersama angin dan matahari
Kala mencoba menaklukkan diri sendiri.

Tepian danau Ranukumbolo,
Serpihan surga di atas bumi Mahameru
18 Agustus 2006, 07.00

 
Leave a comment

Posted by on January 19, 2011 in PUISI PERJALANAN

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: