RSS

18 Jan

 

Senja di Ranukumbolo

/di senja ini –
Aku melihat kupu-kupu yang minum di danau
Kuning sayapnya bersinggat cepat
Menyapu sentuh wajah air yang melinang/

/di senja ini –
Lembah-lembah bersahabat dengan matahari
Sinarnya ditepis pucuk cemara
Resahnya semilir dihibur nyanyi angin/

Di ujung timur
Puncak Mahameru menarikan asap putihnya
Dan demi padang Oro-oro Ombo
Para ilalang liar bertebaran, merebah ranggas di musim kering

Di senja ini –
Tepat seperti satu tahun lalu

Bebunga edelweiss yang sama
Yang harum
Yang putih kekuningan.
Menyapa bersama daunnya yang hijau kepada –
kedip bintang yang akan segera datang

Di senja ini –
Di Ranukumbolo

Tubuh kayu tua yang rebah
Resah berpasrah di dekap air

Di senja ini –
Di Ranukumbolo

Pangonan Alit –Tanjakan Cinta
Tegaklah seperti inginku
Tentang tanah yang bagai surga terhampar dimuka bumimu.

Di senja ini
Di jalan ini

Aku duduk –
Terpesona –terkatub.
Serta menitipkan salam untuk jejak yang tertinggal –
Dan akan segera hilang.

Tapi –
Gerai kabut dan bergunung takjub
Manabisa lepas dan terbang begitusaja

Ia akan hinggap dan tertancap dalam. Meluka.
Di rimbun dada para pendaki gunung. Selamanya.

Ranukumbolo, 17 Agustus 2006
Kala senja.

 
Leave a comment

Posted by on January 18, 2011 in PUISI PERJALANAN

 

Silakan berkomen,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: